MATASEMARANG.COM – Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto mendukung penuh terhadap posisi Jawa Tengah sebagai daerah penyangga utama produksi ternak nasional.
Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja ke Taman Ternak Satker Ayam Maron di Kabupaten Temanggung belum lama ini.
Dalam kunjungannya, Sumanto mengapresiasi pengelolaan Satker Maron yang dinilai berhasil mengembangkan komoditas ayam unggulan dengan produktivitas tinggi.
Menurutnya, potensi tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan pangan regional, tetapi juga memiliki nilai ekonomi besar bila dibudidayakan secara masif oleh masyarakat.
“Jawa Tengah memiliki peran strategis sebagai penyangga produksi ternak nasional. Di Taman Ternak Ayam Maron ini, kita melihat adanya komoditas ayam unggulan yang sangat produktif. Ini adalah aset yang luar biasa,” ujarnya, dikutip Jumat 3 Juli 2026.
Ayam Maron terbukti lebih unggul dibanding ayam kampung konvensional. Produksi telurnya bisa mencapai 260 butir per tahun, jauh di atas ayam kampung biasa yang hanya menghasilkan sekitar 60 butir.
Bahkan, ayam broiler rata-rata hanya menghasilkan 200 butir per tahun. Dari sisi daging, ayam Maron bisa dipanen dalam 60–70 hari, sedangkan ayam kampung baru siap disembelih setelah berusia enam bulan.
Sumanto menegaskan DPRD Jateng berkomitmen mengawal kebijakan dan penganggaran yang berpihak pada sektor peternakan, khususnya pengembangan inovasi pembibitan ternak berkualitas dan terjangkau bagi peternak kecil.
Ia menambahkan, ayam kampung unggulan memiliki permintaan tinggi karena dianggap lebih sehat dan rasanya lebih enak. Telur ayam kampung juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan jamu.


















