Harga Garam Anjlok, Pemprov Jateng Minta Petambak Tahan Stok

ilustrasi petani garam (pixabay/ TruongDinhAnh)
ilustrasi petani garam (pixabay/ TruongDinhAnh)
  • Pemprov Jateng meminta petambak menahan stok garam di gudang menyusul anjloknya harga garam hingga Rp600/kg akibat melimpahnya panen kemarau
  • Jateng mencatatkan diri sebagai produsen garam terbesar kedua di Indonesia dengan Pati dan Rembang sebagai penyumbang terbesar
  • Penanganan fluktuasi harga dilakukan lewat penguatan koperasi, optimalisasi pabrik BUMD SPJT, serta penyaluran bantuan geomembran dan pembinaan

MATASEMARANG.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mengambil langkah strategis dalam menyikapi penurunan harga garam rakyat di tingkat petambak seiring melonjaknya hasil panen akibat cuaca kemarau.

Kepala Bidang Kelautan Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah Lilik Harnadi mengimbau para petambak garam untuk menunda sementara penjualan (hold) dan memaksimalkan peran koperasi agar harga kembali stabil.

BACA JUGA  Pasokan Komoditas Pangan Tercukupi, Jateng Deflasi pada Mei 2025

Saat ini, kondisi cuaca kemarau yang lebih kering diperkirakan dapat memperpanjang masa panen garam hingga November mendatang. Namun, melimpahnya pasokan justru menekan harga di tingkat petambak, seperti di Demak yang menyusut hingga Rp600 per kilogram (Rp60.000 per kuintal).

Bacaan Lainnya

“Mudah-mudahan petani garam kita masih bisa menahan penjualan dulu di gudang begitu harga mulai turun. Selain itu, petambak diimbau memaksimalkan peran koperasi untuk produksi mandiri,” ungkap Lilik Harnadi, Rabu 12 Agustus 2026.

BACA JUGA  Kabar Gembira, Ada Insentif Pajak bagi Kendaraan Ojek "Online"

Berdasarkan data DKP Jateng, total produksi garam di Jawa Tengah pada tahun 2025 mencapai 283.202,19 ton dari sembilan daerah penghasil, menjadikan Jateng sebagai produsen garam terbesar kedua di Indonesia.

Berikut adalah sebaran produksi garam di 9 kabupaten di Jawa Tengah:

  1. Kabupaten Pati: 211.544,23 ton (Penghasil terbanyak)
  2. Kabupaten Rembang: 42.112,30 ton
  3. Kabupaten Jepara: 14.174,36 ton
  4. Kabupaten Demak: 13.868,66 ton
  5. Kabupaten Brebes: 1.294,35 ton
  6. Kabupaten Purworejo: 136,91 ton
  7. Kabupaten Kebumen: 38,68 ton
  8. Kabupaten Grobogan: 30,95 ton
  9. Kabupaten Cilacap: 1,75 ton
BACA JUGA  Asyik, Bakal Ada Diskon Tarif Tol pada Natal-Tahun Baru 2026

Sebagai percontohan (best practice), DKP Jateng menyoroti keberhasilan Koperasi Sari Tani Makmur di Kaliori, Rembang, yang didukung KKP dan DKP Jateng untuk memproduksi garam konsumsi bermerek sendiri secara mandiri.

Selain dorongan koperasi, Pemprov Jateng juga mengandalkan pabrik garam di bawah BUMD PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) yang memiliki kapasitas produksi hingga 25.000 ton per tahun untuk membantu penyerapan.

Pos terkait