Perang AS dengan Iran Kembali Pecah

AS dan Iran
Ilustrasi - Serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah pemukiman penduduk Iran. ANTARA/Anadolu/py.

MATASEMARANG.COM – Aksi saling serang dalam skala besar antara Iran dengan Amerika Serikat kembali terjadi.

Aksi militer kedua pihak tersebut menandai kegagalan gencatan senjata dan kesepakatan pada Juni 2026.

Ledakan dilaporkan terjadi di beberapa wilayah selatan Iran pada Senin pagi, menurut media Iran.

Bacaan Lainnya

Stasiun televisi pemerintah, IRIB, melaporkan beberapa ledakan di Bandar Abbas serta di Sirik, Pulau Qeshm, dan Jask, semuanya di provinsi Hormozgan.

BACA JUGA  Harga Pertamax Diperkirakan Turun Mengikuti Anjloknya Harga Minyak Dunia

Kantor Berita Mehr juga melaporkan ledakan di kota-kota selatan Bushehr dan Kangan.

Otoritas provinsi Hormozgan mengatakan tidak ada korban sipil yang dilaporkan dalam serangan terbaru.

Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan telah melancarkan serangan tambahan terhadap Iran. AS mencatat bahwa serangan tersebut dimaksudkan untuk lebih melemahkan kemampuan Teheran untuk menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Pada Minggu (12/7), Iran mengatakan telah melancarkan serangan terhadap situs militer Amerika Serikat di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat terhadap sejumlah sasaran serangan di Iran.

BACA JUGA  Soal Senjata Nuklir Iran, Trump: "Komunitas Intelijen Saya Salah"

Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras serangan AS yang dilakukan selama 22 jam terakhir. Iran menggambarkan hal itu sebagai pelanggaran serius terhadap Piagam PBB dan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional.

Kementerian Kuar Negeri Iran menuduh Washington melanggar hampir setiap ketentuan Nota Kesepahaman Islamabad yang ditandatangani 25 hari lalu dan melakukan “kejahatan perang” dengan menargetkan infrastruktur transportasi, kapal nelayan, kapal kargo, dan fasilitas meteorologi.

Pos terkait