MATASEMARANG.COM – Mata dunia saat ini tengah mengamati perkembangan penyakit berbahaya, ebola, di Kongo. Angka fatalitas penyakit menular ini mengerikan, mencapai 25 persen lebih pengidap penyakit ini berakhir dengan kematian.
Republik Demokratik Kongo pada Minggu (21/6) menyatakan jumlah kasus Ebola yang terkonfirmasi telah melampaui 1.000 setelah infeksi baru kembali ditemukan.
Kementerian kesehatan setempat melaporkan jumlah kasus terkonfirmasi meningkat menjadi 1.003 sejak wabah dinyatakan pada 15 Mei. Dari jumlah tersebut, 254 orang meninggal sehingga tingkat kematian mencapai 25,3 persen.
“Meski terjadi peningkatan, tim tanggap darurat terus melakukan investigasi aktif, pengawasan epidemiologi, dan tindakan pencegahan di daerah yang terdampak,” kata kementerian itu.
Menteri Kesehatan Roger Kamba mengatakan upaya penanganan wabah terus dilakukan di provinsi Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan, meski jumlah pasien yang sembuh meningkat dan tingkat pelacakan kontak mengalami penurunan.
Sedikitnya 100 pasien telah dinyatakan sembuh, sementara 365 lainnya masih menjalani isolasi atau perawatan di rumah sakit.
Pekan lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika memperingatkan jika penularannya tidak segera dikendalikan, wabah kali ini berpotensi lebih buruk dibanding epidemi Ebola di Afrika Barat pada 2014-2016 yang menewaskan lebih dari 11.000 orang di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.
Namun, Kamba mengatakan upaya komunikasi kepada masyarakat, diagnosis, dan penanganan kasus terus ditingkatkan untuk menekan penyebaran wabah.















