Stok Rudal AS Menipis, Trump Tunda Serangan Lanjutan ke Iran

Marinir AS
Arsip foto - Seorang anggota Marinir AS mengamati sebuah kapal penyerang cepat Iran dari USS John P. Murtha di Selat Hormuz dalam gambar yang dirilis oleh Angkatan Laut AS pada 18 Juli 2019. ANTARA FOTO/HO-U.S. Navy/Donald Holbert/wsj/aa.

MATASEMARANG.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menunda rencananya untuk memperluas agresi militer terhadap Iran menyusul kekhawatiran eskalasi serangan bersenjata itu dapat menguras cadangan rudal pertahanan udara AS yang kian menipis.

Laporan tersebut pertama kali diembuskan harian The New York Times dengan mengutip sejumlah sumber internal.

Sebelumnya, portal berita Axios melaporkan militer Amerika Serikat terus mematangkan rencana operasi militer berskala besar terhadap Iran, meski Presiden Trump belum menerbitkan perintah resmi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Iran Sepakat Akhiri Perang, Selat Hormuz Segera Dibuka

Menurut Axios, Trump telah menginstruksikan penghentian serangan baru ke Iran sejak Jumat (25/7), dengan memutus gelombang gempuran yang telah berlangsung selama 13 hari berturut-turut.

The New York Times menyebut penundaan eskalasi serangan itu didasari oleh kekhawatiran Pentagon akan penipisan stok rudal penangkis jenis Patriot dan amunisi pertahanan udara lainnya di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, para pejabat tinggi AS mengkhawatirkan dampak pelebaran konflik, mulai dari renggangnya hubungan dengan sekutu kunci di Teluk Persia, guncangan ekonomi global, hingga semakin buruknya krisis energi dan migrasi.

BACA JUGA  Sekjen PBB: Tatanan Dunia Mengarah ke Hukum Rimba

Keputusan Trump tersebut diambil usai ia menggelar pertemuan tertutup bersama para penasihat dan pejabat senior Pemerintah AS pada Jumat.

Secara terpisah, Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine secara internal memperingatkan bahwa meski penyerangan skala besar memungkinkan untuk dilanjutkan, langkah tersebut berisiko tinggi menguras habis persediaan rudal pencegat milik militer AS.

Pos terkait