MATASEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang memastikan bahwa keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas dalam layanan pemadam kebakaran. Bahkan kesiapsiagaan personel dan armada terus dijaga agar pada setiap laporan kejadian bisa segera ditangani dengan cepat sesuai kebutuhan di lapangan.
Hal ini disampaikan Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang Sugeng Hartanto menanggapi adanya efisiensi di Dinas Pemadaman Kebakaran (Damkar), Jumat, 24 Juli 2026.
Sugeng mengatakan bahwa Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah mengalokasikan anggaran pemeliharaan kendaraan operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Dinas Damkar) dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2026.
Alokasi tersebut disusun dengan mengacu pada anggaran perubahan tahun 2025 dan telah dibagikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurut Sugeng, usulan Dinas Pemadam Kebakaran untuk kebutuhan pemeliharaan kendaraan, termasuk bahan bakar minyak (BBM) bagi 17 unit armada, sebenernya telah dipenuhi oleh TAPD.
Namun saat penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2026, Dinas Damkar menyesuaikan alokasi belanja BBM tersebut hanya untuk 10 unit armada, sementara sisanya dialihkan ke pos belanja lain.
“Seharusnya hal itu tidak dilakukan oleh dinas karena berpotensi menghambat pelayanan ketika terjadi kebakaran. Kami mengapresiasi keberhasilan Dinas Damkar dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat sehingga tren kejadian kebakaran di Kota Semarang terus menurun. Namun alokasi BBM kendaraan tetap harus dijaga karena berkaitan langsung dengan layanan yang vital,” jelasnya.

















