Saat ini, Dinas Damkar menyiagakan 15 unit mobil pemadam kebakaran; 10 unit beroperasi aktif untuk pelayanan pemadaman, sementara lima unit lainnya disiagakan (stand-by) di kantor Dinas Damkar dalam kondisi baik dan siap diterjunkan jika dibutuhkan.
Sepanjang 2026, belum ada kejadian kebakaran yang membutuhkan pengerahan lebih dari delapan unit mobil pemadam sehingga pelayanan tetap berjalan normal.
“Kita terus melihat kebutuhan di lapangan dan memastikan kesiapsiagaan tetap terjaga. Setiap laporan darurat harus segera mendapatkan respons. Armada yang ada harus dipastikan siap digunakan, sementara armada yang membutuhkan perbaikan juga harus mendapat perhatian agar kapasitas pelayanan kita makin kuat,” katanya.
Penguatan kapasitas Dinas Damkar juga dilakukan melalui pengadaan tiga armada baru pada 2026 yang telah selesai dibeli pada Juni lalu.
Armada tersebut terdiri dari satu mobil pemadam berkapasitas tangki 1.000 liter untuk akses jalan terbatas/gang sempit, satu mobil penyelamatan (rescue), dan satu minibus penyuluhan untuk memperkuat edukasi dan sosialisasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat.
Ketiga armada baru ini direncanakan mulai beroperasi pada akhir Juli 2026 untuk mendukung percepatan response time dan memperluas jangkauan layanan di masyarakat.
“Penanganan kebakaran membutuhkan kesiapan yang menyeluruh. Kita tidak hanya bicara soal jumlah kendaraan, tetapi juga kesiapan personel, peralatan, akses menuju lokasi, sumber air, serta kemampuan merespons setiap kejadian. Semua itu harus kita jaga dan kita perkuat secara bertahap,” pungkasnya.

















