Berdasarkan data, jumlah kasus kebakaran di Kota Semarang memang menunjukkan tren penurunan secara konsisten. Pada 2023 tercatat 489 kejadian, turun menjadi 341 pada 2024, dan 282 pada 2025. Adapun hingga Juli 2026, tercatat 192 kejadian kebakaran.
Sugeng menambahkan, total anggaran pemeliharaan kendaraan dinas operasional roda enam Dinas Damkar pada 2026 mencapai Rp1,22 miliar.
Hingga 22 Juli 2026, realisasi telah mencapai Rp568.799.552 atau 46,40 persen, sehingga masih menyisakan 53,60 persen yang dapat dimanfaatkan untuk operasional, termasuk kebutuhan BBM. Penurunan jumlah kejadian kebakaran turut memengaruhi tingkat penggunaan BBM hingga saat ini.
“Kalau lima unit armada saat ini belum mendapatkan alokasi BBM karena anggarannya dialihkan oleh dinas pada saat penyusunan DPA 2026, dapat dilakukan pergeseran anggaran secara internal dari sisa anggaran yang masih tersedia. Tidak perlu mengajukan Belanja Tidak Terduga (BTT) karena saat ini masih terdapat sisa anggaran dan tidak sedang terjadi kondisi kedaruratan di Kota Semarang,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan komitmennya untuk terus mendukung operasional Dinas Damkar, baik dari sisi anggaran maupun pemeliharaan sarana prasarana.
Pada 2026, belanja operasi Damkar di luar belanja pegawai dialokasikan sekitar Rp8,43 miliar, dengan anggaran pemeliharaan kendaraan operasional mencapai Rp1,225 miliar.
“Pelayanan yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama. Kami memastikan kebutuhan operasional Dinas Damkar tetap menjadi bagian dari prioritas sehingga petugas dapat bekerja dengan sarana yang memadai dan memberikan respons terbaik ketika masyarakat membutuhkan,” ujar Agustina.

















