Terjerat Kredit Laptop, Pemuda Ini Bikin Laporan Palsu ke Polisi Jadi Korban Begal

MATASEMARANG.COM – Seorang pria berinisial A nekat membuat laporan sebagai korban begal kepada polisi. Laporan yang belakangan diketahui palsu itu demi menghindari kewajiban A membayar cicilan kredit sebuah laptop senilai Rp27 juta.

Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Barat AKP George Ruben mengatakan kasus itu bermula dari laporan korban yang mengaku dibegal saat membawa laptop di kawasan Cengkareng. Namun, setelah dilakukan penyelidikan, polisi menemukan peristiwa tersebut tidak pernah terjadi.

“Setelah kami dalami dan lakukan penyelidikan, ternyata kejadian itu tidak benar. Korban melaporkan kepada pihak kepolisian bahwa dirinya dibegal, tetapi setelah kami selidiki, ternyata korban hanya mengarang cerita,” kata George kepada wartawan di Jakarta, Jumat. 

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  KPK Pulangkan Empat Pejabat Pemkab Pekalongan Termasuk Sekda

Menurut dia, laporan palsu itu dibuat supaya korban memiliki dasar untuk mengajukan keberatan kepada perusahaan pembiayaan sehingga tidak perlu melanjutkan pembayaran cicilan laptop yang masih berjalan.

“Dia hanya mengarang cerita. Dengan dasar laporan polisi, korban bisa mengajukan kepada kredit laptop agar tidak membayarkan cicilan kredit itu,” ujar George.

Dia menjelaskan laptop yang dikredit oleh korban itu memiliki tenor selama 24 bulan dengan cicilan satu bulannya sebesar Rp1,2 juta. Namun hingga saat ini, korban baru membayar cicilan sebanyak lima kali.

BACA JUGA  Mentan Sita 6.172 Karung Bawang Bombai Selundupan di Semarang

Dalam laporannya, korban juga mengaku mengalami luka akibat begal tersebut. Namun, fakta yang ditemukan penyidik berbeda.

“Korban memang mengalami luka di lengan kiri. Setelah kami dalami, korban ternyata melukai dirinya sendiri menggunakan gunting agar penyidik percaya bahwa dirinya benar-benar menjadi korban begal,” tutur George.

Pos terkait