MATASEMARANG.COM – Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia diperkirakan turun mengikuti anjloknya harga minyak dunia saat ini.
Pemerintah selama ini menjadikan harga minyak dunia sebagai salah satu acuan untuk menetapkan harga BBM nonsubsidi di dalam negeri.
Oleh karena itu, harga BBM jenis Pertamax yang pada 10 Juni 2026 melonjak, seharusnya ikut dikoreksi. Mengenai besaran penurunan harga BBM nonsubsidi, rakyat Indonesia saat ini masih menunggu.
Dari laporan komoditas dunia, harga minyak dunia turun tajam pada Minggu malam hingga Senin pagi.
Penurunan ini menyusul diumumkannya kesepakatan untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan.
Kontrak berjangka minyak Brent yang sebelumnya diperdagangkan di atas 87 dolar AS (sekitar Rp1,57 juta) per barel turun ke bawah level 84 dolar AS (sekitar Rp1,51 juta).
Hingga pukul 22.22 GMT (pukul 05:22 WIB), harga Brent tercatat melemah sekitar 4 persen dibandingkan hari sebelumnya setelah muncul kabar mengenai rencana kesepakatan antara Washington dan Teheran yang dijadwalkan ditandatangani pada Jumat, setelah lebih dari tiga bulan terlibat konflik.
Di sisi lain, harga emas naik lebih dari 1 persen pada Senin setelah pejabat Amerika Serikat dan Iran menyatakan telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik mereka. Kesepakatan tersebut menekan harga minyak dan meredakan kekhawatiran pasar terkait inflasi serta potensi kenaikan suku bunga.
Harga emas spot naik 1,8 persen menjadi 4.297,42 dolar AS (sekitar Rp77,2 juta) per ons pada pukul 00.10 GMT (pukul 07:10 WIB), level tertinggi sejak 9 Juni. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus menguat 1,9 persen menjadi 4.318,10 dolar AS (sekitar Rp77,6 juta) per ons.


















