MATASEMARANG.COM – Perekonomian global diperkirakan menuju pemulihan bermakna seiring keputusan Amerika Serikat (AS) dan Iran yang telah menyepakati, sebagai bagian dari kesepakatan awal, untuk membuka sepenuhnya Selat Hormuz dalam waktu 30 hari ke depan.
Washington Post mengutip seorang diplomat yang tidak disebutkan namanya menyebutkan bahwa kesepakatan perdamaian awal antara AS dan Iran itu juga mencakup penundaan pembicaraan nuklir hingga waktu yang akan datang.
Kesepakan AS dan Iran itu memicu harga minyak mebtah dunia anjlok. Menurut laporan Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka ditutup turun 4,55 persen menjadi 98,83 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate AS melemah 4,73 persen ke level 92,03 dolar AS per barel.
Kerangka kesepakatan awal antara Iran dan AS itu disebutkan masih belum disetujui oleh pihak Iran, menurut laporan itu yang juga mengutip seorang diplomat yang namanya dirahasiakan.
Menurut surat kabar tersebut, kedua pihak sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari guna mencapai penyelesaian akhir.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap target-target di Iran yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Perundingan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil, dan Presiden AS Donald Trump memperpanjang penghentian permusuhan untuk memberi waktu kepada Iran menyusun “proposal terpadu”.
















