MATASEMARANG.COM – Dua remaja anggota Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Pemalang, yakni Alfi (16) dan Alif (16), diduga tenggelam saat latihan mandiri di Sungai Laes, Sabtu sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Keduanya berasal dari Desa Saradan, Dusun Kesapen, Kecamatan Pemalang.
Keluarga mulai cemas karena keduanya tidak pulang hingga malam. Saat pencarian dilakukan Minggu pagi, hanya ditemukan sepeda motor milik korban di dekat area sungai Benowo Park serta dayung di bendungan Sungapan.
Kepala Kantor SAR Semarang Budiono menjelaskan pihaknya telah mengirim tim untuk melakukan pencarian.
“Diduga perahu kayak yang dipakai berlatih terbalik, mereka tercebur sungai dan terseret arus hingga tenggelam,” ungkapnya, Senin 25 Mei 2026.
Pencarian dilakukan tim SAR gabungan di sungai yang memiliki lebar sekitar 50 meter.
Namun, pencarian tidak berjalan efektif karena kondisi gelap dan minim pencahayaan. Hingga malam, keberadaan kedua remaja belum ditemukan.
“Malam ini pencarian tim hentikan dulu dan akan dilanjutkan esok hari dengan rencana penyisiran dari lokasi awal mereka terlihat berlatih hingga area bendungan, serta dilakukan penyelaman. Juga akan dilakukan penyisiran dari bendungan ke arah Utara,” jelas Budiono.
Ia berharap kondisi cuaca mendukung sehingga pencarian dapat segera menemukan kedua survivor.


















