Puncak arus mudik, lanjutnya, diperkirakan akan terjadi pada 19 Maret 2026 yang akan mencapai 10.445 penumpang. Sedangkan untuk puncak arus baik diprediksi akan terjadi pada 28 Maret 2026 yang akan mencapai 11.480 penumpang.
Lebih lanjut, Sulistyo mengatakan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihaknya melakukan penambahan penerbangan (extra flight). Data yang diterima hingga Kamis, 12 Maret 2026, periode Angkutan Udara Lebaran 2026 akan ada 78 penerbangan yang terdiri dari 39 penerbangan kedatangan (arrival) dan 39 penerbangan keberangkatan (departure) yang dioperasikan oleh maskapai Garuda, Batik Air, Super Airjet, dan Nam Air.
Sulistyo memastikan kelancaran operasional dengan mengecek kesiapan seluruh fasilitas bandara agar selalu dalam kondisi prima. Manajemen bandara juga menempatkan para petugas front liner yang proaktif membantu pengguna jasa dan mencegah terjadinya kerumunan atau antrian panjang.
“Kami selaku manajemen pengelola bandara melakukan antisipasi lonjakan penumpang dengan memastikan agar setiap service touch point seperti drop zone, pick up zone, area check in, dan ruang tunggu ditangani secara optimal oleh para petugas sehingga pengguna jasa dapat terlayani dengan baik,” terangnya.
Selain mengoptimalkan kesiapan operasional, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang juga menyiapkan total 288 personel yang terdiri dari 258 personel internal dan 30 personel eksternal yang bersiaga selama periode Angkutan Lebaran 2026.
“Kami secara aktif juga berkoordinasi dengan para stakeholder terkait untuk memastikan fasilitas, infrastruktur, dan sumber daya dapat terlibat secara optimal dalam pelayanan di bandara, termasuk penanganan bagasi dan pelayanan di check in counter. Kami optimistis pelayanan pada periode angkutan Lebaran ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” pungkasnya. ***


















