MATASEMARANG.COM – Mudik sudah menjadi tradisi di Indonesia yang dilakukan jutaan orang setiap menjelang Lebaran.
Mudik bukan sekadar pulang, melainkan menjadi momen pertemuan keluarga besar yang dalam satu tahun terakhir mungkin tidak bisa bertatap muka karena kesibukan.
Saat menempuh perjalanan, umat Islam dianjurkan untuk memohon kemudahan kepada Allah karena ada potensi bahaya dalam perjalanan.
Bahkan menurut sebagian riwayat menyebutkan bahwa perjalanan merupakan setengah dari siksa.
Asumsinya, pada perjalanan terdapat potensi bahaya seperti kecelakaan, cuaca ekstrem, ancaman binatang buas, begal, dan sebagainya.
Selain itu, doa dari orang yang sedang dalam perjalanan termasuk salah satu doa yang mustajab. Rasulullah bersabda:
روينا في كتب أبي داود والترمذي وابن ماجه عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ثلاث دعوات مستجابات لا شك فيهن دعوة المظلوم، ودعوة المسافر، ودعوة الوالد على ولده
“Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda: Ada tiga doa mustajabah yang tidak disangsikan lagi, yaitu doa orang teraniaya, doa orang dalam perjalanan, dan doa orang tua untuk anaknya,” (HR Abu Dawud, At-Tirmizi, dan Ibnu Majah).
Untuk itu, Islam menganjurkan kita untuk berdoa kepada Allah agar tidak menemukan kesulitan dalam perjalanan yang akan ditempuh.
Adapun doa kemudahan perjalanan yang berasal dari Nabi Muhammad saw yang dapat dibaca ketika menempuh perjalanan adalah sebagai berikut:
اَللَّهُمَّ بِكَ أَسْتَعِيْنُ، وَعَلَيْكَ أَتَوَكَّلُ، اَللَّهُمَّ ذَلِّلْ لِي صُعُوْبَةَ أَمْرِيْ، وَسَهِّلْ عَلَيَّ مَشَقَّةَ سَفَرِيْ، وَارْزُقْنِيْ مِنَ الخَيْرِ أَكْثَرَ مِمَّا أَطْلُبُ، وَاصْرِفْ عَنِّي كُلَّ شَرٍّ، رَبِّ اشْرَحْ لِيِ صَدْرِيْ، وَيَسِّرْ لِيْ أَمْرِيْ




















