MATASEMARANG.COM – Peringatan Hari Ibu ke-97 yang jatuh pada 22 Desember rupanya juga diperingati oleh warga binaan yang ada di Lapas Perempuan Klas IIA Wanita Semarang.
Mereka merayakan Hari Ibu dengan menggelar Fashion Show Batik Nusantara: “Benang Cinta Ibu dari Balik Tangan yang Menguatkan” yang dirangkai dengan Launching dan Lelang Mahakarya Lapas Perempuan Semarang bertempat di Lapas Perempuan Klas IIA Wanita Semarang.
Kegiatan juga sebagai wujud pembinaan kemandirian warga binaan perempuan melalui karya kreatif berbasis wastra nusantara.
Acara tersebut menampilkan peragaan busana batik hasil kolaborasi antara warga binaan dengan para pengrajin batik dan desainer profesional, termasuk dukungan dari Indonesian Fashion Chamber (IFC) serta praktisi dari dunia fashion.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengapresiasi gelaran fashion ini dan menilai acara ini sangat luar biasa dan sarat nilai kemanusiaan.
Di balik tembok lembaga pemasyarakatan, justru lahir karya-karya bernilai seni tinggi yang mencerminkan harapan, ketekunan, dan cinta, khususnya cinta seorang ibu yang menjadi tema utama kegiatan.
“Ini adalah acara yang luar biasa. Sebuah peragaan busana yang bergengsi, dengan para desainer berkualitas, namun memiliki pesan sosial yang sangat kuat. Di sini kita melihat bagaimana rasa cinta kepada ibu dan sesama diwujudkan melalui karya, empati, dan keberpihakan,” kata Agustina.
Acara ini juga dihadiri oleh mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Pupayoga. Ia menegaskan bahwa masa lalu tidak seharusnya menjadi penghalang bagi perempuan untuk bangkit dan berkontribusi.


















