Begini Penampilan Fashion Show Warga Binaan Lapas Perempuan Semarang Peringati Hari Ibu

“Masa lalu jadikan pembelajaran, hari ini dijalani sebagai kehidupan, dan masa depan harus tetap menjadi harapan. Peranan perempuan, termasuk ibu-ibu warga binaan, tetap dibutuhkan dalam pembangunan bangsa dan negara,” kata Bintang.

Lebih lanjut, Agustina juga mengapresiasi jajaran Lapas Perempuan Klas IIA Wanita Semarang yang dinilai berhasil membangun ekosistem pembinaan yang aman, nyaman, dan produktif. 

Lingkungan tersebut mendorong warga binaan untuk terus berkarya, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Gelorakan Musik Tradisi pada Generasi Muda, Lokovasia 2025 Digelar di Semarang

“Saya melihat ada harapan besar di tempat ini. Ketika warga binaan diberikan ruang untuk berkreasi dan dihargai karyanya, maka mereka akan lebih siap, baik secara mental maupun keterampilan terutama saat nanti kembali ke masyarakat,” terangnya.

Rangkaian acara juga diisi dengan peluncuran dan lelang mahakarya berupa batik masterpiece karya warga binaan, di antaranya motif Batik Malini Padma dan Bunga Teratai. 

Lelang ini menjadi simbol kepercayaan sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap proses pembinaan dan kemandirian ekonomi warga binaan.

BACA JUGA  Kaligawe Tergenang Banjir, Pengemudi Diminta Gunakan Jalur Alternatif

Momentum peringatan Hari Ibu ke-97 semakin memperkuat makna kegiatan ini sebagai penghormatan terhadap peran perempuan dan ibu sebagai sumber kekuatan, kasih sayang, serta ketangguhan. 

Agustina pun menyampaikan penghargaan kepada seluruh perempuan hebat yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini.

“Selamat Hari Ibu ke-97. Ibu-ibu yang menginisiasi, mengkreasi, dan menyukseskan acara ini adalah perempuan-perempuan hebat. Terima kasih atas dedikasi, ketulusan, dan karya yang menginspirasi,” kata dia.

Pos terkait