BGN Klaim Sudah Buat Satu Miliar Porsi MBG

dapur MBG
Pekerja menyiapkan makanan bergizi di dapur umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Kodim 0736/Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (13/1/2025). ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/rwa/am.

MATASEMARANG.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan sampai saat ini pihaknya sudah membuat satu miliar porsi makanan.

Berdasarkan hasil pemetaan di tiga wilayah di seluruh Indonesia, pihaknya menemukan 4.700 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan gangguan kesehatan pada siswa.

“Sampai hari ini BGN sudah membuat satu miliar porsi makan, namun ada 4.700 yang menimbulkan gangguan kesehatan terhadap anak-anak, dan itu kami sesalkan. Kami terus perketat mekanismenya,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Prabowo Perintahkan Kepala KSP Telusuri Video-Video yang Ramalkan MBG Gagal

Dadan menekankan agar setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat memulai dengan jumlah yang kecil untuk menekan kasus keracunan atau gangguan kesehatan pada anak-anak di sekolah.

“Kita minta agar SPPG memulai dengan jumlah kecil, jadi kalau mereka punya daftar 3.500 orang tercakup dalam 20 sekolah, maka hari pertama kedua mereka disarankan untuk melayani dua sekolah dulu, setelah mampu melayani, naik secara bertahap,” paparnya.

Dadan juga mengemukakan sebagian besar kejadian gangguan kesehatan muncul karena munculnya SPPG baru dan rata-rata SPPG baru memang butuh pembiasaan.

BACA JUGA  Gaji Relawan SPPG Harus Dibayarkan Penuh Tanpa Potongan

“Jadi setiap SPPG perlu memitigasi secara dini dan kami lakukan investigasi tersendiri terkait dengan kejadian gangguan pencernaan pada anak didik,” tuturnya.

Berikut hasil pemetaan dan penyebab kasus gangguan kesehatan berdasarkan wilayah yang disampaikan oleh Kepala BGN:

1. Wilayah 1, Pulau Sumatra, terdapat tujuh kasus dengan 1.281 orang mengalami gangguan kesehatan;
2. Wilayah 2, Pulau Jawa, terdapat 27 kasus yang menyebabkan 2.606 orang mengalami gangguan kesehatan;
3. Wilayah 3, meliputi Kalimantan, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua, terdapat 11 kasus yang menyebabkan 824 orang mengalami gangguan kesehatan.

Pos terkait