- Belum semua ISP memandatkan jalur ducting untuk memasukkan kabel ke dalam tanah karena faktor biaya
- Pemkot Semarang sudah menyiapkan prasarana agar kota tertata rapi
MATASEMARANG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus mendorong kerapian dan estetika tata kota melalui program pemindahan jaringan kabel udara ke bawah tanah (ducting).
Kendati infrastruktur ducting di delapan ruas jalan protokol telah siap sepenuhnya untuk digunakan, proses migrasi jaringan fiber optik hingga kini masih menghadapi hambatan dari sisi kesiapan anggaran para penyedia jasa internet atau internet service provider (ISP).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Semarang Didik Dwi Hartono menjelaskan bahwa prasarana saluran bawah tanah telah beroperasi dan sebagian operator telekomunikasi sudah mulai menanamkan jaringannya.
Ia mengatakan pembangunan ducting ini merupakan bagian dari upaya membuat Kota Semarang menjadi rapi, bersih, dan indah.
“Fasilitasnya sebenarnya sudah siap di delapan ruas jalan, dan sebagian kabel sudah masuk ke bawah. Namun, memang masih ada jaringan yang belum beralih,” kata Didik, Selasa 13 Oktober 2026.
Ia membeberkan bahwa lambatnya proses migrasi dari kabel udara ke saluran bawah tanah dipicu oleh kalkulasi investasi yang cukup tinggi dari masing-masing perusahaan penyedia layanan.
“Kendalanya ada pada keterbatasan finansial dari ISP itu sendiri. Tidak semuanya langsung mampu beralih dari kabel udara ke bawah tanah karena ada perhitungan biaya internal yang cukup besar,” terangnya.
Ia mengatakan, Diskominfo berupaya terus memberikan imbauan, mengatur, dan membina agar seluruh ISP secara bertahap mau memanfaatkan jalur ducting yang sudah disiapkan.

















