Cilacap, Klaten, Pati Jadi Titik KLB Campak di Jateng

ilustrasi vaksinasi (pixabay/ neelam279)
ilustrasi vaksinasi (pixabay/ neelam279)

MATASEMARANG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak melalui penguatan imunisasi dan edukasi publik.

Upaya ini dilakukan sebagai antisipasi atas potensi lonjakan kasus penyakit menular dengan daya tular tinggi tersebut.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan bahwa kewaspadaan terhadap campak harus ditingkatkan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Mahasiswa Baru Diminta Tak Buru-buru Menikah

“Penguatan imunisasi menjadi kunci, tidak hanya untuk campak tetapi juga penyakit menular lainnya, seperti TBC,” ujarnya seusai menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI di Gedung Merah Putih, Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Senin 30 Maret 2026.

Saat ini, KLB campak tercatat terjadi di Cilacap, Klaten, dan Pati, sementara Brebes dan Kudus berstatus suspek.

Meski sebagian besar wilayah masih terkendali, potensi penyebaran tetap menjadi perhatian serius.

Menurut Taj Yasin, tingginya kasus campak merupakan dampak terganggunya layanan imunisasi saat pandemi Covid-19.

BACA JUGA  Cilacap Punya 2 Daerah Penopang Ketahanan Pangan

Karena itu, Pemprov Jateng mendorong percepatan pemulihan cakupan imunisasi di seluruh daerah.

Pada 2025, cakupan vaksinasi MR bayi di Jawa Tengah mencapai 106,7 persen, melampaui target nasional.

Namun, masih terdapat kantong wilayah dengan cakupan rendah yang berpotensi menjadi titik penularan.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi mengapresiasi capaian tersebut.

“Jawa Tengah ini berhasil, karena dengan populasi besar, cakupan imunisasi di bawah 95 persen hanya di sedikit kabupaten/kota,” jelasnya.

Pos terkait