Curah Hujan Masih Tinggi di Jateng, Modifikasi Cuaca Dilakukan Jelang Mudik Lebaran

Ilustrasi cuaca hujan (pixabay/ adamtepl)
Ilustrasi cuaca hujan (pixabay/ adamtepl)

MATASEMARANG.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat Jawa Tengah untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan, wilayah Jawa Tengah masih berada dalam periode puncak curah hujan hingga Maret 2026.

“Februari sampai Maret curah hujan di Jawa Tengah masih tinggi. Wilayah tengah dan pegunungan berpotensi mengalami hujan menengah hingga lebat,” kata Faisal, Sabtu 21 Februari 2025 dikutip dari laman resmi Pemprov Jaten.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  BMKG: Laut Banda Maluku Digunang Gempa M6,9

Sebagai langkah mitigasi, BMKG telah melakukan operasi modifikasi cuaca sejak 15 Januari hingga 3 Februari 2026.

Sebanyak 148 penerbangan dilakukan untuk menekan intensitas hujan, dengan hasil pengurangan curah hujan hingga 42,95 persen.

Meski tidak menghentikan hujan sepenuhnya, Faisal menekankan bahwa upaya ini diharapkan mampu mengurangi risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.

BMKG juga membuka opsi untuk melanjutkan operasi modifikasi cuaca apabila kondisi ekstrem berlanjut hingga periode mudik Lebaran pada April 2026.

BACA JUGA  Perjudian Trump di Iran yang Mengancam Dunia

“Tujuannya agar masyarakat tetap aman dan arus mudik berjalan lancar meski cuaca masih basah,” ujarnya.

Senada, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi juga meminta kepada masyarakat agar selalu waspadai terhadap potensi cuaca ekstrem menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Menurutnya, akhir-akhir ini banyak bencana terjadi di Jawa Tengah karena cuaca ekstrem tersebut. Oleh karenanya, perlu koordinasi lintas sektor untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Pos terkait