Jokowi menyebut, dalam banyak hal Asia Tenggara merupakan model penting kolaborasi antarperadaban dalam dunia multipolar.
“Di sini (Asia Tenggara), perbedaan bukanlah penghalang. Perbedaan adalah jembatan menuju pemahaman, kerja sama, dan kemajuan bersama,” katanya.
Oleh sebab itu dia menyerukan bahwa nilai-nilai yang sama juga seharusnya menjadi pedoman bagi negara-negara maju.
Jokowi mengingatkan bahwa kebesaran negara maju tidak hanya diukur dari kemajuan teknologi, kekuatan ekonomi, atau pengaruh politik, tetapi juga dari tanggung jawab, kebijaksanaan, dan kemampuan untuk menciptakan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran bersama.
“Negara-negara maju tidak boleh hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri. Mereka harus memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk membangun kepercayaan, memperkuat kerja sama, dan membantu menciptakan dunia yang lebih damai,” ujar Jokowi.
Forum Dialog Perdamaian Penang diselenggarakan untuk mengangkat isu-isu tentang perdamaian dunia.
Acara ini turut dihadiri Ketua Menteri Penang Chow Kon Yeow beserta jajaran pada gala dinner Sabtu (5/9) malam, serta dihadiri Konsul Jenderal RI Penang Wanton Saragih dan jajaran, para tokoh masyarakat di Penang, serta sejumlah tokoh dan media internasional. [Ant]

















