Fachrur Rozi dengan gaya jenakanya yang khas menjawab dengan tangkas. Hadirin sontak menyambutnya dengan tepuk tangan.
Dalam akhir putusannya, Ketua Sidang Prof. Dr. Nizar, M.Ag, menyatakan Fachrur Rozi lulus dengan predikat cum laude. Hasil disertasinya diberi nilai 3,94 dari skala 4.
Rektor UIN Walisongo itu juga mengapresiasi Fachrur Rozi yang berhasil menyelesaikan studi doktor ditengah padatnya kesibukan berdakwah.
“Tak puas hanya dikenal doktor humoris, namun (Fachrur Rozi, Red) benar-benar menyelesaikan studi doktornya,” canda Prof. Dr. Nizar, M.Ag yang disambut gelak tawa hadirin.
Prof. Nizar berharap, Fachrur Rozi bisa terus semangat mengejar karir akademisnya, hingga mencapai guru besar di bidang deradikalisasi terorisme. “Ini akan menjadi kebanggaan bagi UIN Walisongo,” ujarnya.
Sidang ujian terbuka tersebut dihadiri puluhan undangan yang memenuhi ruang sidang doktor pascasarjana UIN Walisongo.
Selain dari kalangan UIN, hadir pula sejumlah akademisi dan tokoh Masyarakat, di antaranya Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., Dekan Vokasi Undip Prof Dr. Ir.Budiyono, M. Si., dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Dr. K.H. Tafsir M.Ag.
Tampak pula Ketua Pimpinan cabang NU (PCNU) Kota Semarang Dr. KH. Anasom, M.Hum, jajaran pleno pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Semarang beserta organisasi otonomnya.


















