“Kalau flu, istirahat di rumah, jangan bertemu orang dulu, makan dan minum yang bergizi. Kalau demam minum obat penurun panas. Kalau belum sembuh, silakan ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit,” terangnya.
Hakam mengatakan influenza adalah penyakit diakibatkan virus sehingga tidak membutuhkan antibiotik.
“Kalau tenggorokan mulai sakit dan flu, hentikan aktivitas. Bed rest di rumah, makan yang segar-segar, me time. Itu penting untuk meningkatkan imunitas,” ujarnya.
Lebih lanjut, vaksinasi influemza tetap efektif untuk mencegah penularan dan menekan risiko keparahan. Vaksin influenza ini bisa mencegah agar seseorang tidak tertular.
“Kalau pun tertular, tidak parah, tidak sampai dirawat di rumah sakit atau menyebabkan kematian. Itu bisa dicegah dengan vaksin,” ucapnya.
Ia juga meminta masyarakat tidak terlalu panik dengan adanya isu superflu. Menurutnya, tingginya mobilitas masyarakat lintas daerah dan negara juga dinilai berpengaruh terhadap cepatnya penularan.
“Sekarang mobilisasi orang luar biasa. Pagi di Semarang, siang sudah di Malaysia atau Singapura. Ketemu banyak orang dengan jumlah virus yang lebih banyak, imunitas bisa drop kalau kelelahan atau kehujanan,” tuturnya.
Meski demikian, Hakam menegaskan di Kota Semarang tidak perlu dinyatakan siaga dalam penyebaran virus superflu ini.
“Belum perlu status siaga, tidak ada kasus di Semarang,” tegasnya.


















