MATASEMARANG.COM – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang saat ini memiliki tujuh armada pemeliharaan dan perawatan pohon.
Tujuh armada ini terdiri dari skylift dan dump truk yang digunakan untuk memangkas ranting hingga batang pohon di seluruh titik yang di Ibu Kota Jawa Tengah.
Kepala Disperkim Kota Semarang Murni Ediati mengatakan tujuh armada yang dimiliki dinasnya saat ini memang dianggap belum ideal jika dibandingkan banyaknya titik pohon.
Ia mengatakan idealnya untuk satu kecamatan ada satu armada pemeliharaan. Pihaknya mengatakan akan mengusulkan pengadaan armada pemeliharaan baru di tahun 2026.
“Nanti diusulkan dulu ke wali kota. Idealnya 1 Kecamatan 1 armada lengkap ada skylift dan dump truk jadi ada 16 armada seharusnya,” kata Pipie, sapaan akrabnya, Jumat, 6 Maret 2026.
Tahun ini, lanjut Pipie, pihaknya akan mengusulkan pengadaan armada pemeliharaan sebanyak lima unit.
“Tahun ini kita usulkan 5 armada secara bertahap. Harganya itu untuk dump truk sekitar Rp600 jutaan dan skylift itu Rp1 milyar lebih,” sebutnya.
Ia menjelaskan untuk satu armada pemeliharaan biasanya terdiri dari 7-10 petugas.
Selama ini, petugas pemeliharaan melakukan tindakan preventif dengan melakukan perempelan khususnya untuk pohon-pohon yang memiliki potensi tumbang di wilayah ring 1 dan ring 2.
“Tim kita rutin perempelan terutama pohon potensi tumbang di wilayah padat penduduk atau ramai dilalui kendaraan di ring 1 dan 2,” tuturnya.
Pipie mengatakan, Disperkim juga melakukan inventarisasi pohon yang rawan tumbang terutama di wilayah ring 2 dan 3 yakni di daerah Gunungpati, Ngaliyan, Mijen, Banyumanik hingga Tembalang.


















