DP3A Gandeng Upgris Perkuat Layanan Konseling bagi Perempuan dan Anak

kerjasama DP3A dan Upgris dalam layanan konseling. (matasemarang.com/Lia DIna)
kerjasama DP3A dan Upgris dalam layanan konseling. (matasemarang.com/Lia DIna)

MATASEMARANG.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang menjalin Kerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Semarang (Upgris).

Kerjasama ini fokus pada sinergitas program dan pemberian layanan masyarakat di bidang pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak.

Secara khusus, program ini meliputi penyediaan layanan konsultasi dan konseling yang komprehensif, mudah diakses, berkualitas, dan ditangani oleh tenaga profesional psikolog.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Kuatkan Eksistensi Pokdarwis, Agustina Wali kota Semarang Siapkan Pameran Berkala Khusus Pokdarwis

Kepala DP3A Kota Semarang Eko Krisnarto menekankan bahwa permasalahan yang dihadapi perempuan dan anak semakin kompleks, mulai dari kekerasan, pengasuhan kurang optimal, gangguan kesehatan mental, hingga tekanan sosial yang berdampak pada kesejahteraan psikologis.

“Data menunjukkan peningkatan gangguan kesehatan mental pada remaja. Dari sekitar 6.000 anak SMP yang mengisi kuesioner, sekitar 700 di antaranya terindikasi mengalami gangguan tersebut, mulai dari ringan hingga berat yang memerlukan terapi dan pengobatan,” kata Eko, Kamis 19 Februari 2026.

BACA JUGA  Viral Video Layanan Gadai Bersyarat Cabul di Semarang, Begini Penjelasan Polisi

Dirinya juga menyoroti fenomena fatherless yang menduduki peringkat tinggi di Indonesia, yang berdampak serius terhadap generasi muda.

Melalui kerja sama ini Eko berharap mampu memperkuat layanan yang sudah ada, seperti Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) dan UPTD PPA, serta menghadirkan pendampingan psikologis, pemulihan trauma, penguatan kapasitas keluarga, dan pencegahan kekerasan.

Sementara itu, Ketua LPPM Upgris Prof. Dr. Wiyaka, M.Pd. menyatakan komitmen Upgris untuk mendukung program DP3A melalui sumber daya tenaga profesional psikolog dan potensi penelitian lanjutan.

Pos terkait