“Kami siap terlibat langsung, baik secara mikro maupun makro, termasuk melalui pusat studi kami untuk mendukung pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujar Prof Wiyaka.
Kerja sama ini melanjutkan kemitraan sebelumnya antara Upgris dan DP3A, serta diharapkan tidak sekadar formalitas, melainkan komitmen nyata untuk mewujudkan Kota Semarang yang lebih inklusif, sehat secara mental, dan berkeadilan bagi perempuan serta anak.
“Kami berharap dapat memberikan manfaat luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Semarang,” pungkasnya.





















