“Ada yang mulai Rp25 ribu, ada yang satunya Rp100 sampai Rp500 ribu, tergantung jenis. Ada pula yang perkilo, biasanya itu Musang King dan Montong,” tuturnya.
Ia mengatakan peserta festival ini tidak hanya dari Gunungpati saja, namun ada dari berbagai daerah lain seperti Boja Kabupaten Kendal hingga Kabupaten Wonosobo.
Festival ini tidak hanya berisi proses jual beli durian saja, namun akan ada banyak kegiatan, salah satunya kontes durian lokal yang digelar pada hari pertama ini.
Dalam kontes tersebut, durian milik petani Kendal menjadi yang terbaik. Sementara durian lokal asal Gunungpati berhasil menempati posisi kedua dan ketiga.
Sutarjo memaparkan untuk penilaian durian yang dilombakan berdasarkan cita rasa, meliputi rasa manis, pahit, dan legit. Selain itu, bobot dan kondisi fisik durian juga menjadi nilai tambah dalam penilaian.
“Kalau rasa sudah 40 persen sendiri, kita datangkan juri tingkat nasional dan dari Dinas Pertanian Kota Semarang. Rasa yang dipilih tentu manis, pahit dan legit. Bobot dan fisik durian sebagai nilai tambahan,” bebernya.


















