Gandeng Bank Jateng, Bayar Parkir di Purworejo Kini Bisa Pakai QRIS

Bayar parkir di Purworejo kini bisa pakai QRIS (foto: Bank Jateng)
Bayar parkir di Purworejo kini bisa pakai QRIS (foto: Bank Jateng)

MATASEMARANG.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Purworejo resmi menggandeng Bank Jateng untuk meluncurkan sistem pembayaran parkir non-tunai berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Langkah ini merupakan tonggak awal transformasi layanan parkir menuju sistem digital yang lebih transparan, praktis, dan modern di wilayah Purworejo.

Uji coba sistem ini dimulai di kawasan strategis Alun-alun Purworejo. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Angkutan dan Parkir Dishub Purworejo Okta Satriawan mengungkapkan bahwa antusiasme warga cukup tinggi sejak hari pertama penerapan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Bank Jateng Latih Driver Jeggboy dan Jeggirl Sragen dengan Service Excellent

“Proses pembayaran sudah mulai dilaksanakan dan respons masyarakat sangat positif. Antusiasme masyarakat cukup tinggi untuk mencoba alternatif ini. Prinsipnya adalah memudahkan warga, bukan memaksa, sehingga pembayaran tunai pun tetap kami layani selama masa transisi ini,” ujar Okta Satriawan di kantornya pada Selasa 13 Januari 2026.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan Bank Jateng sangat krusial untuk memastikan setiap rupiah yang dibayarkan masyarakat masuk ke kas daerah secara akurat.

“Harapannya, dengan adanya alternatif pembayaran ini, pelayanan parkir di Kabupaten Purworejo bisa semakin baik dan menyesuaikan dengan era digital,” imbuhnya.

BACA JUGA  Perkuat Ekonomi Umat, Bank Jateng Syariah Resmikan KCPS Blora

Senada dengan hal tersebut, Pemimpin Bank Jateng Cabang Purworejo Jusuf Budiman menyatakan dukungan penuhnya terhadap digitalisasi ekosistem keuangan daerah.

“Bank Jateng berkomitmen penuh mendukung program pemerintah daerah melalui penyediaan infrastruktur pembayaran digital yang aman dan andal. Dengan QRIS Bank Jateng, seluruh transaksi tercatat secara real-time, sehingga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pendapatan daerah semakin terjaga,” tegas Jusuf Budiman.

Pos terkait