MATASEMARANG.COM – Program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kini tengah menjadi sorotan karena pengadaan armada kendaraan operasional berskala besar, yang disebut untuk mendukung distribusi hasil pertanian dan logistik pedesaan di berbagai wilayah Indonesia.
Total 105.000 kendaraan akan diimpor langsung dari pabrikan India, sebanyak 70.000 unit kendaraan niaga di antaranya disuplai oleh Tata Motors.
Menurut situs resmi Tata Motors, yang diakses Senin, armada tersebut terdiri atas 35.000 unit pikap Tata Yodha dan 35.000 unit truk ringan Tata Ultra T.7, yang akan dipasok melalui PT Tata Motors Distribusi Indonesia untuk diserahkan ke PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai pelaksana program.
Tata Yodha merupakan pikap komersial ringan yang dirancang untuk kebutuhan angkut barang di sektor distribusi, pertanian, konstruksi ringan, maupun logistik pedesaan.
Secara spesifikasi, model ini dibekali mesin diesel 2,2 liter direct injection (DI) yang sudah memenuhi standar emisi BS6 atau setara. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sekitar 100 hp dan torsi puncak 250 Nm, dengan tenaga disalurkan melalui transmisi manual 5‑percepatan.
Konfigurasi sasis yang diklaim kuat serta kemampuan muat yang besar membuat Tata Yodha dipandang cocok untuk bekerja di berbagai kondisi jalan, termasuk medan yang kurang mulus di desa‑desa.
Sementara itu, Tata Ultra T.7 merupakan truk ringan yang menempati kelas kendaraan komersial menengah (light commercial vehicle).
Menurut spesifikasi resmi dari pabrikan, truk ini memakai mesin diesel 45P B5G Phase 2 TCIC berkapasitas 2.956 cc dengan konfigurasi empat silinder yang dilengkapi turbocharger dan intercooler.

















