MATASEMARANG.COM – Limbah plastik yang selama ini dihargai murah bisa diolah menjadi bahan bakar jenis solar yang menjanjikan keuntungan jauh lebih besar.
Dengan peralatan khusus pengolah sampah plastik menjadi solar, selain bisa mengurangi limbah plastik, juga bisa menggerakkan ekonomi komunitas.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut kapasitas mesin pirolisis pengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif jenis solar yang diserahkan kepada Kelompok Swadaya Mandiri (KSM) Pilah Berkah Kapanewon Imogiri, Bantul, mampu menghasilkan 0,9 liter solar dengan modal satu kilogram (kg) sampah plastik.
Periset BRIN Heru Susanto mengatakan pirolisis adalah proses dekomposisi termokimia material organik (plastik) menjadi fase gas, cair, dan padat melalui pemanasan pada suhu tinggi antara 250 hingga 350 derajat Celsius dengan sedikit atau tanpa oksigen.
“Prosesnya kurang lebih selama 7-8 jam untuk mengolah plastik menjadi solar,” kata Heru, di Yogyakarta, Selasa.
Inovasi tersebut, lanjutnya, berawal dari melihat adanya permasalahan sampah plastik yang ditemukan di Bantul.
Menurutnya, sampah yang menjadi bahan bakar pirolisis itu dianggap sebagai residu dan tidak laku apabila dijual, kalaupun dijual biasanya hanya dihargai murah sekitar Rp100 hingga Rp200 per kg.
“Sehingga itu tidak menarik bagi para pegiat daur ulang, kita melihat plastik kan asalnya dari minyak bumi, kita kembalikan menjadi minyak bumi,” katanya dikutip Antara.
Dari sana, BRIN bekerja sama dengan Pertamina dan Pemkab Bantul menyerahkan satu mesin pirolisis untuk KSM Pilah Berkah, Imogiri dengan harapan mampu mengubah plastik yang tidak berharga menjadi bernilai tinggi dengan mengolahnya menjadi Petasol atau solar.


















