“Satu kilogram sampah plastik, itu bisa menghasilkan 0,8-0,9 liter solar,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pengolahan plastik menjadi solar memerlukan proses yang cukup panjang karena harus melalui pemanasan pada suhu tinggi selama 7-8 jam, penjernihan, dan beberapa tahapan lainnya.
“Hingga akhirnya diperoleh solar (Petasol) yang siap digunakan pada mesin kendaraan berbasis solar,” kata Heru.
Menurutnya, biaya produksi dengan harga yang dihasilkan dari pengolahan sampah plastik menjadi solar dapat menghasilkan untung yang lumayan.
Ia menaksir, biaya produksi yang dikeluarkan sekitar Rp3.000-Rp4.000 yang hasil solarnya berpotensi dijual secara internal hingga Rp10.000 per liternya.
“Untungnya Rp6.000-Rp7.000 per liter,sedangkan sehari bisa menghasilkan 40-45 liter dari 50 kilogram plastik, tinggal kalikan saja,” jelasnya.
Ia mengatakan semua sampah plastik low value bisa diolah menjadi solar, terlebih sampah yang kering akan semakin bagus kualitas yang dihasilkan.
“Yang tidak bisa itu jenis PVC, karena banyak mengandung klorin yang kalau dibakar menimbulkan asap (berbahaya),” kata Heru. ***


















