MATASEMARANG.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah strategis untuk menekan laju inflasi dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), BI Jateng menginisiasi pertemuan bisnis skala besar yang mempertemukan ratusan produsen dan pembeli siaga (offtaker) komoditas pangan strategis.
Langkah konkret ini diwujudkan dalam acara Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Temu Bisnis Kerja Sama Antardaerah (KAD) Intra Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu 10 Juni 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah M. Noor Nugroho mengungkapkan bahwa efisiensi jalur distribusi menjadi salah satu tantangan paling krusial dalam menjaga stabilitas harga pangan saat ini.
Oleh karena itu, BI Jateng hadir untuk memotong rantai pasok yang panjang melalui skema kemitraan langsung.
“Yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari efisiensi distribusi. Kita pertemukan para produsen bahan pangan pokok dengan para offtaker agar tercipta kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Menurut Noor Nugroho, selain memperpendek rantai pasok demi harga yang lebih terjangkau di tingkat konsumen, forum bisnis ini juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi para petani dan pelaku usaha pangan lokal di Jawa Tengah.
Gagasan BI Jateng ini mendapat respons antusias. Tercatat sebanyak 99 offtaker dan 111 produsen dari 34 kabupaten/kota di Jawa Tengah terlibat aktif dalam penjajakan kerja sama perdagangan komoditas pangan.


















