MATASEMARANG.COM – Iran–kepada para mediator–menegaska menolak bertemu dengan pejabat Amerika Serikat di Pakistan dalam waktu dekat. Pemimpin negeri para mullah itu menilai tuntutan Washington tidak dapat diterima.
Kepala Misi Diplomatik Iran di Kairo, Mojtaba Ferdosipour, menyatakan kepada RIA Novosti pada Jumat bahwa Iran hanya akan menyetujui penghentian perang secara keseluruhan dan menolak opsi gencatan senjata sementara.
Iran dilaporkan mengabaikan usulan gencatan senjata selama 48 jam yang diajukan Amerika Serikat di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Washington pada 2 April mengajukan gencatan senjata melalui salah satu negara sahabat, menurut laporan Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, pada Jumat dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui situasi tersebut.
“Amerika Serikat pada 2 April mengusulkan gencatan senjata 48 jam melalui salah satu negara sahabat,” kata sumber itu.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei pada Rabu (1/4) membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Teheran telah meminta gencatan senjata.
Qatar menolak permintaan Amerika Serikat yang ingin Qatar menjadi mediator utama dalam potensi kesepakatan gencatan senjata dengan Iran, menurut laporan The Wall Street Journal yang mengutip pejabat dan mediator, Jumat (3/4).
Media itu juga melaporkan bahwa upaya sejumlah negara di kawasan untuk mendorong gencatan senjata antara Amerika dan Iran telah menemui jalan buntu.




















