Iran Ogah Gencatan Senjata, Hanya Mau Akhiri Perang serta Dapat Kompensasi

Abbas Araghchi
Abbas Araghchi. Dok. Britanica

MATASEMARANG.COM – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan pihaknya tidak menginginkan gencatan senjata, tetapi penghentian perang secara total serta jaminan bebas dari serangan di masa depan dan kompensasi.

Kepada Al Jazeera pada Selasa (31/3), ia mengatakan kontak dengan AS bukanlah negosiasi, melainkan pertukaran pesan, baik secara langsung maupun lewat perantara di kawasan.

Araghchi menyebutkan ia terus menerima pesan dari utusan AS Steve Witkoff, tetapi menegaskan bahwa hal itu tidak boleh diartikan sebagai negosiasi formal.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Trump: Israel Harus Setop Pengeboman di Gaza

Pesan-pesan tersebut disampaikan melalui kementerian luar negeri, termasuk komunikasi terbatas di antara badan keamanan, tanpa adanya pembicaraan dengan pihak tertentu di dalam negeri.

Ia menambahkan pertukaran pesan berlangsung dalam kerangka resmi pemerintah di bawah pengawasan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Menurut Araghchi, pesan tersebut mencakup peringatan dan pandangan bersama yang disampaikan melalui saluran tertentu.

Menanggapi laporan bahwa Iran telah merespons 15 usulan AS, ia mengatakan belum ada tanggapan yang dikirim dan Iran belum mengajukan usulan maupun syarat apa pun.

BACA JUGA  Marc Marquez Tak Menyangka Menang pada Sesi Sprint Race MotoGP Assen 2025

Araghchi menegaskan belum ada keputusan terkait negosiasi dan menekankan bahwa rakyat Iran tidak bisa diancam. Ia juga meminta Presiden AS Donald Trump untuk berbicara dengan hormat.

Terkait keamanan maritim, Menlu Iran itu mengatakan Selat Hormuz sepenuhnya tetap terbuka dan hanya dibatasi bagi pihak-pihak yang melakukan permusuhan terhadap Iran.

Pos terkait