MATASEMARANG.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersepeda bersama aparatur sipil negara (ASN) keliling pusat Kota Semarang pada Kamis 9 April 2026 pagi.
Dari titik kumpul di depan Masjid Raya Baiturrahman, rombongan gowes menyusuri rute ikonik: Simpang Lima, Jalan Gajahmada, Imam Bonjol, Piere Tendean, Jalan Pemuda, Tugu Muda, Pandanaran, hingga kembali ke Kantor Gubernur.
Aksi gowes ini bukan sekadar olahraga, melainkan simbol ajakan untuk membudayakan hemat energi.
“Saya lihat ASN kita ada yang naik sepeda, kendaraan listrik, hingga angkutan umum. Ini jangan semata-mata karena surat edaran, tapi jadikan budaya sehingga terasa ringan dan menyenangkan,” ujar Ahmad Luthfi.
Pesan yang dibawa Luthfi jelas: hemat energi harus menjadi gaya hidup.
Ia menekankan kebiasaan kecil seperti datang tepat waktu, mematikan lampu saat tidak digunakan, hingga memanfaatkan skema work from home (WFH) setiap Jumat bagi ASN sebagai bagian dari transformasi budaya kerja.
“Kita harus membudayakan hemat energi, berolahraga, kerja tepat waktu, mematikan lampu, hingga mencari energi terbarukan,” katanya.
Selain kebijakan internal ASN, Pemprov Jateng juga mendorong 2.000 desa mandiri energi dan BUMD seperti PT Jateng Petro Energi yang telah memanfaatkan energi terbarukan berupa Compressed Natural Gas (CNG).
Pemerintah bahkan memberikan insentif pajak bagi industri yang beralih ke energi ramah lingkungan, sebagai strategi membangun industri hijau.
Dengan gowes keliling Semarang, Ahmad Luthfi ingin menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah sederhana.




















