Gubernur DKI: Saya Pilih Kerja daripada Ego Narsistik

  • Kalau saya, mungkin sudah enggak punya ego, jadi saya nyantai aja. Diserang juga oke, enggak diserang juga enggak apa-apa

MATASEMARANG.COM – Para pemimpik dari pusat, provinsi, kabupaten, dan kota perlu berkaca diri atas sindiran Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Pramono Anung mengaku lebih mementingkan kerja daripada ego kepemimpinan yang narsistik.

“Salah satu problem bangsa ini, egonya kegedean, terutama pemimpinnya. Begitu jadi pemimpin, maunya cuma dirinya sendiri yang pengen dilihat,” kata Pramono saat memberikan sambutan dalam peresmian gedung Universitas Ciputra di Jakarta Barat, Kamis.

Bacaan Lainnya

Ia menyebut, dirinya sudah tak punya ego kepemimpinan yang narsistik, sehingga tak akan reaktif ketika diserang.

“Kalau saya, mungkin udah enggak punya ego, jadi saya nyantai aja. Diserang juga oke, enggak diserang juga enggak apa-apa,” ujar dia.

Menurutnya, kini ia hanya fokus bekerja menyelesaikan persoalan Jakarta.

“Bagi saya, prinsipnya seperti yang dulu Pak Ci sampaikan ke saya, dan saya ingat betul, kerja keras dan memutuskan tanpa kemudian punya vested interest (kepentingan pribadi) terhadap keputusan itu,” tutur Pramono.

Dia juga menceritakan bahwa dirinya tak pernah melamar pekerjaan seumur hidupnya.

“Saya termasuk yang ingin menyampaikan, bukan bermaksud sombong, bukan sama sekali enggak. Saya adalah orang seumur hidupnya, nggak pernah minta kerjaan kepada siapapun, kepada siapapun,” tutur Pramono.

Saat menjadi Sekretaris Kabinet di era Presiden Megawati Soekarnoputri, ia mengaku tak pernah meminta jabatan tersebut.

“Tetapi karena apa? Kerja keras. Karena kerja keras. Ketika saya di dua periode dipilih oleh Pak Jokowi, karena apa? Kerja keras. Sekarang saya menjadi Gubernur, itu pun enggak pernah bermimpi untuk menjadi Gubernur, enggak pernah,” kata Pramono.

Pos terkait