Harga BBM Bersubsidi Bakal Naik Bila Harga Minyak Dunia Terus Melonjak

“MBG programnya bagus, tapi kami ingin cegah kalau ada belanja yang tidak terlalu mendukung langsung makanan, misalnya beli motor,” kata Menkeu.

Lebih lanjut, Purbaya mengatakan Indonesia pernah menghadapi tekanan harga minyak dunia yang lebih besar sebelumnya, dengan rekor harga minyak mencapai sekitar 150 dolar AS per barel. Perekonomian nasional pun tetap mampu bertahan melalui tekanan tersebut.

Purbaya optimistis fase lonjakan harga minyak kali ini juga bisa dilalui. “Kita dulu pernah melewati keadaan dimana harga minyak sampai 150 dolar AS per barel. Jatuh nggak ekonominya? Agak melambat, tapi nggak jatuh. Jadi, kita punya pengalaman,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Sauto Expo Akhir Tahun Ini Tawarkan Banyak Diskon

Harga minyak dunia melonjak akibat konflik Timur Tengah yang disebabkan oleh perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

Brent naik 4,93 persen ke 85,41 dolar AS per barel, sementara US WTI melonjak 8,51 persen ke 81,01 dolar AS per barel.

Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, dimana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel.

BACA JUGA  Dedi Mulyadi "Ngluruk" ke Kemendagri dan BI, Cek Kebenaran Data Menkeu Purbaya

Namun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin harga BBM bersubsidi tidak naik dan stok masih aman di tengah dinamika konflik Timur Tengah, terutama menjelang Idul Fitri. [Ant]

Pos terkait