Harga Minyak Dunia “Terbang Tinggi”, Harga BBM Subsidi Akan Naik?

MATASEMARANG.COM – Dampak perang Iran dengan AS dan Israel selama sepekan lebih ini merembet ke mana mana. Kali ini, harga minyak mentah dunia naik gila-gilaan, yang bakal memberi dampak di semua lini kehidupan.

Harga minyak mentah dunia yang pada Januari lalu masih di kisaran 60-an dolar AS per barel, bahkan ada yang di bawahnya, kini melambung di atas 80-an dolar/barel.

Padahal, dari kebutuhan BBM domestik sekitar 1,6 juta barel per hari, hanya 600 ribuan hasil eksplorasi dalam negeri, sedangkan sisanya impor.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Ekspor Jateng Semester I 2025 Tembus Rp95 Triliun

Kendati demikian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak naik. Stoknya pun masih aman di tengah perang yang dipicu serangan AS dan Israel ke Iran.

“Pemerintah memastikan ketersediaan stok untuk memenuhi kebutuhan energi, terutama jelang Idul Fitri,” ujar Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia di Jakarta, Jumat.

Anggia menegaskan bahwa Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pun telah menyampaikan pesan serupa, bahwasanya harga BBM bersubsidi, seperti Pertalite, tidak akan mengalami kenaikan di tengah dinamika harga minyak dunia saat ini.

BACA JUGA  Menabung di Bank Jateng Sama dengan Memajukan Daerah

Harga minyak melonjak tajam di tengah kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah, Brent naik 4,93 persen ke 85,41 dolar AS per barel, sementara US WTI melonjak 8,51 persen ke 81,01 dolar AS per barel.

Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel.

Pos terkait