“Di kota semarang tren nya fluktuasi harga yang mempengaruhi inflasi sepanjang tahun. Sehingga bergerak sepanjang tahun hanya besar kecilnya gerakan ditentukan oleh kondisi harga pada saat itu,” tuturnya.
Ia menyebut suksesnya operasi pasar yang digelar Pemkot Semarang adalah penjual mendapatkan barang langsung dari produsen, misalnya sayur hingga telur.
“Mereka (penjual) ini jarang sekali membawa pulang barang jualan karena pasti habis saat GPM. Karena memang sudah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang didatangi,” pungkasnya.


















