IHSG Cetak Rekor, Tembus 9.007

BEI
Arsip foto - Pengunjung berjalan di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (26/6/2025). ANTARA FOTO/Fauzan/rwa/pri.

MATASEMARANG.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, menyentuh 9.007. Target Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahwa IHSG bakal menembus 10.000 pada tahun ini bukan isapan jempol.

IHSG diperkirakan bergerak menguat di tengah pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga acuan The Fed.

IHSG dibuka menguat 58,75 poin atau 0,66 persen ke posisi 9.007,04. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 3,66 poin atau 0,42 persen ke posisi 882,53.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Diancam Dibubarkan oleh Purbaya, Ditjen Bea Cukai Janji Perbaiki Layanan

“Berdasarkan analisis teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 8.760- 9.000,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari mancanegara, data inflasi atau Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat (AS) tumbuh 0,3 persen month to month (mtm) atau 2,7 persen year on year (yoy), dengan CPI Core stabil di level 2,6 persen (yoy).

Nico mengatakan data inflasi AS yang stabil akan menjadi bekal dalam pertemuan The Fed pada 29 Januari 2026 mendatang, yang disinyalir akan tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuannya.

BACA JUGA  IHSG Rontok, BEI Stop Sementara Perdagangan

Di sisi lain, untuk pertama kalinya, Ketua The Fed Jerome Powell melawan balik serangan Presiden AS Donald Trump, yang mana The Fed mendapatkan dukungan dari berbagai bank sentral negara lain.

Powell secara eksplisit mengatakan bahwa Trump berupaya untuk merebut kekuasaan, serta menyampaikan terkait keputusan suku bunga yang didasarkan pada tekanan atau intimidasi politik atau kebutuhan ekonomi AS.

Pos terkait