Istana Kepresidenan Yaman Diserang Rudal Houthi, Lima Tewas

Istana Yaman
Istana Kepresidenan Yaman diserang rudal balistik Houthi. Dok. Super Weapon
  • Perdana Menteri Yaman Shaya al-Zindani dan anggota pemerintahan lainnya dalam kondisi aman setelah serangan itu

MATASEMARANG.COM – Serangan kelompok Houthi makin menggila setelah menyerang bandara di Riyadh, Arab Saudi, yang menyebabkan sejumlah orang tewas.

Serangan ini menambah panas kawasan Teluk di tengah ketidakpastian penyelesaian konflik AS-Israel dengan Iran.

Terakhir, lima orang tewas dan 16 lainnya luka-luka dalam serangan rudal balistik oleh kelompok Houthi ke Istana Kepresidenan Al-Maashiq di Aden, ibu kota sementara Yaman, Kamis (15/10).

Bacaan Lainnya

Seorang sumber pemerintah setempat mengatakan kepada Kantor Berita Anadolu bahwa serangan tersebut melibatkan lima rudal balistik. Beberapa anggota pemerintahan sedang berada di dalam istana tersebut saat serangan terjadi.

Menteri Kesehatan Yaman Qassem Buhaibeh mengatakan di platform media sosial Facebook bahwa korban tewas dalam serangan tersebut meliputi petugas keamanan dan pegawai sipil yang bekerja di istana kepresidenan.

Buhaibeh menyebut serangan tersebut sebagai pengulangan atas serangan terhadap Pemerintah Yaman di Bandara Aden pada Desember 2020.

“Pemerintah akan terus melaksanakan kewajiban kepada masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kementerian Penerangan Yaman mengatakan Perdana Menteri Yaman Shaya al-Zindani dan anggota pemerintahan lainnya dalam kondisi aman setelah serangan itu.

Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan asap membumbung dari Istana Kepresidenan Al-Maashiq.

Kantor berita Saba melaporkan kelompok Houthi juga menyerang pemukiman warga di Kota Marib dengan sejumlah rudal balistik. Rumah-rumah warga sipil di sekitar istana kepresidenan di Aden itu dilaporkan juga terkena dampak serangan.

Pos terkait