Kabar Suram dari Lantai Bursa, IHSG Terpuruk di Bawah 5.000

Meskipun otoritas pasar modal Indonesia telah mengumumkan aksi reformasi, namun MSCI menilai perlunya implementasi yang konsisten dan bukti dampak material yang berkelanjutan dari aksi reformasi tersebut.

Dari dalam negeri, peluang kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Oktober 2026 masih terbuka, yang berpotensi ada kenaikan suku bunga sebesar 25-50 basis poin hingga akhir tahun, terutama jika tekanan terhadap rupiah semakin meningkat.

Liza mengatakan bahwa ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, tingginya harga minyak dunia, serta risiko pelemahan nilai tukar menjadi faktor utama yang perlu dicermati karena berpotensi meningkatkan inflasi impor (imported inflation) dan menambah tekanan terhadap stabilitas harga domestik.

Bacaan Lainnya

“Kondisi tersebut menempatkan BI pada tantangan untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Liza.

Sementara itu, BI mendorong penguatan kerja sama internasional melalui perluasan penggunaan mata uang lokal (Local Currency Transaction/LCT) untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang negara ketiga dan meminimalkan dampak volatilitas nilai tukar global.

Hal tersebut disampaikan Gubernur BI Destry Damayanti dalam rangkaian pertemuan IMF-World Bank dan G20 Finance Ministers and Central Bank Governors pada 12–18 Oktober 2026 di Bangkok, Thailand.

Dari mancanegara, data ekonomi Amerika Serikat (AS) menunjukkan tekanan inflasi yang masih kuat, dengan data inflasi CPI dan PPI berada di atas perkiraan pasar.

Pos terkait