“Kondisi itu membuat pelaku pasar memperkirakan probabilitas sekitar 85 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada Oktober, sementara peluang kenaikan sebesar 25 basis poin pada Desember mencapai hampir 77 persen,” ujar Liza.
Dalam pertemuan puncak IMF, Ketua The Fed, Kevin Warsh tidak memberikan sinyal pasti mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga berikutnya, tetapi menyatakan bahwa inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan tidak mengubah penilaiannya
Sementara itu, risiko gangguan pasokan energi meningkat akibat eskalasi keamanan di Timur Tengah, yang mana serangan Iran terhadap kapal tanker di Selat Hormuz mengurangi arus minyak harian menjadi rata-rata 11,62 juta barel pada pekan hingga 13 Oktober, dibandingkan tingkat dasar 17,15 juta barel.
Kondisi tersebut meningkatkan biaya pengiriman dan premi risiko bagi produsen yang mengangkut minyak melalui kawasan tersebut. Di sisi lain, serangan pesawat nirawak Ukraina terhadap kilang minyak Rusia turut membatasi ketersediaan bahan bakar di pasar global.
“Kombinasi gangguan distribusi di Timur Tengah dan Rusia memperbesar risiko kelangkaan pasokan energi, sehingga pasar minyak semakin sensitif terhadap perkembangan konflik dan keamanan jalur pelayaran internasional,” ujar Liza.
Bursa Eropa kompak menguat pada Jumat (16/10) pekan kemarin, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,58 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,38 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,95 persen, dan indeks CAC 40 Prancis menguat 0,28 persen.
Sementara bursa Wall Street AS kompak melemah pada Jumat (16/10), diantaranya indeks S&P 500 melemah 1,10 persen, indeks Nasdaq Composite melemah 2,50 persen, serta Dow Jones Industrial Average melemah 0,34 persen.

















