Kadin Desak Prabowo Batalkan Impor 105.000 Mobil Pikap dari India

MATASEMARANG.COM – Penolakan rencana pemerintah mengimpor 105.000 mobil pikap (pick up) dari India terus meluas. Impor mobil dari Tata Motors dan Mahindra&Mahindra itu untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih.

Protes keras tersebut datang Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Kadin mendesak Presiden segera membatalkan rencana impor 105.000 unit mobil pikap untuk Kopdes Merah Putih.

Rencana mobil India itu dinilai melemahkan industri otomotif dalam negeri yang sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Ribka Tjiptaning: Kader PDIP Tidak Boleh Lupa "Kudatuli"

“Setelah menerima pandangan dari pelaku industri otomotif dan asosiasi, kami mengimbau Presiden membatalkan rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Saleh Husin dalam pernyataan di Jakarta, Minggu.

Menurut Kadin, impor kendaraan pikap dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU) berisiko mematikan industri otomotif nasional dan tidak memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian domestik.

Kata dia, industri otomotif di dalam negeri telah menyatakan kesiapan untuk melayani kebutuhan kendaraan bagi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

BACA JUGA  KPK Cegah 13 Orang ke Luar Negeri Terkait Pengadaan Mesin EDC Bank BRI

Saleh menegaskan kebijakan impor perlu diselaraskan dengan visi industrialisasi pemerintah yang menekankan hilirisasi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan nilai tambah ekonomi nasional.

Ia mengingatkan bahwa pembangunan industri dalam negeri harus dijaga melalui regulasi yang tepat.

“Mengimpor mobil CBU sama saja dengan membunuh industri otomotif yang sedang tumbuh,” ucap Saleh.

Pos terkait