Ia mengatakan hingga Februari 2026, pihaknya telah menggelar 37 kali sosialisasi di perlintasan sebidang dan empat kali di sekolah, serta patroli keamanan di lokasi rawan dan perlintasan sebidang yang tidak terjaga.
Kegiatan tersebut, kata dia, melibatkan TNI, Polri, komunitas railfans, serta unsur kewilayahan setempat.
“Edukasi diberikan langsung kepada pengendara sepeda motor, mobil, dan pejalan kaki agar lebih disiplin serta memahami bahwa perjalanan kereta api memiliki prioritas sesuai undang-undang lalu lintas. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” katanya. [Ant]


















