Siswi SMP Hanyut di Sungai Kalimalang, Tim SAR Temukan Jasad Setelah 6 Hari

Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad Nadia Eka Kurniawati setelah ditemukan tertimbun sampah di Sungai Kalimalang, Semarang (foto: Basarnas Semarang)
Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad Nadia Eka Kurniawati setelah ditemukan tertimbun sampah di Sungai Kalimalang, Semarang (foto: Basarnas Semarang)

MATASEMARANG.COM – Pencarian panjang terhadap NEK (13), siswi SMP yang hanyut di Sungai Kalimalang, Mijen, Semarang, akhirnya berakhir tragis.

Setelah enam hari pencarian intensif, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu 15 Februari 2026 sekitar pukul 14.40 WIB.

Korban ditemukan berjarak 7 kilometer dari lokasi kejadian, tertimbun material sampah yang terbawa derasnya arus banjir.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Semarang Hari Ini, Sabtu 6 Desember 2025

“Korban berhasil ditemukan setelah pencarian intensif dari lokasi kejadian hingga muara Waduk Jatibarang,” ujar Kepala Kantor SAR Semarang Budiono.

Tragedi ini bermula pada Selasa 10 Februari 2026 malam ketika korban bersama temannya melintasi jalan desa yang terendam banjir.

Motor yang mereka kendarai terseret arus deras dan terjatuh ke Sungai Karangmalang. Rekan korban berhasil menyelamatkan diri, namun korban hilang ditelan derasnya arus.

Sejak saat itu, Basarnas Semarang bersama tim SAR gabungan melakukan pencarian tanpa henti.

BACA JUGA  Seorang Ibu Terlempar dan Luka Parah Akibat Ledakan Tabung Gas

Upaya dilakukan dengan menyisir sungai, menyelam, hingga memantau muara Waduk Jatibarang.

Dukungan warga sekitar juga mengalir, menunjukkan kepedulian tinggi terhadap tragedi yang menimpa siswi belia tersebut.

Penemuan jasad korban menutup drama pencarian panjang yang penuh harapan dan doa dari keluarga serta masyarakat.

Usai ditemukan, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka di Mijen, Kota Semarang untuk dimakamkan.

Atas kejadian ini, pihak SAR mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak memaksakan diri melewati jalur yang berisiko tinggi.

BACA JUGA  Diplomat Tewas di Kamar Kos dengan Kepala Terlilit Lakban

Pos terkait