MATASEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang melakukan penanganan darurat usai banjir yang melanda wilayah Kecamatan Tugu dan Ngaliyan pada Jumat, 15 Maret 2026 malam.
Penanganan berfokus pada pembersihan material lumpur di jalur Silayur serta pencarian seorang warga lansia yang dilaporkan hanyut akibat jebolnya tanggul sungai Plumbon di Kecamatan Tugu.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memberikan instruksi kepada seluruh dinas terkait untuk turun ke lapangan guna membantu warga terdampak.
Menurutnya, intensitas hujan yang sangat tinggi di wilayah hulu Ungaran bagian timur serta wilayah lokal Ngaliyan memicu limpasan air yang tidak terbendung di aliran Kali Silandak dan Kali Plumbon.
Data dari Kecamatan Tugu mencatat sebanyak 313 Kepala Keluarga di Kelurahan Mangkang Kulon terdampak langsung oleh luapan air sungai tersebut.
Selain genangan air, sebuah tanggul di wilayah RT 01 RW 01 dilaporkan jebol sepanjang kurang lebih 40 meter yang memperparah dampak banjir di pemukiman warga sekitarnya.
Agustina menjelaskan bahwa penanganan fisik terhadap tanggul yang ambrol segera dilakukan pada Sabtu, 16 Mei 2026 dengan skema darurat.
Pemkot Semarang akan bersinergi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk melakukan penguatan tanggul menggunakan ribuan karung pasir (sand bag) serta pemasangan trucuk bambu sebagai penahan sementara.
“Meskipun Sungai Plumbon secara teknis berada di bawah kewenangan BBWS, Pemkot Semarang tidak akan tinggal diam dan segera mengambil langkah darurat. Kita akan kerahkan personel untuk melakukan penambalan tanggul sementara agar warga merasa aman jika terjadi hujan susulan di wilayah hulu,” tegasnya.


















