MATASEMARANG.COM – Pasca-insiden dugaan keracunan massal siswa dan guru SMK Negeri 6 Semarang pada Jumat, 31 Juli 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi yang menyediakan Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan SMKN tersebut.
BGN menghentikan sementara atau suspend agar proses investigasi dapat berjalan secara menyeluruh sekaligus mengutamakan keselamatan para penerima manfaat program MBG.
Koordinator Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang Hadi Riajaya mengatakan bahwa investigasi lintas sektor telah dilakukan pada Jumat, 31 Juli 2026.
Tim melibatkan KPPG Semarang, Koordinator Regional Jawa Tengah, Koordinator Wilayah Kota Semarang, Koordinator Kecamatan Semarang, Babinsa, Polrestabes Semarang, hingga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang.
“Karena bagi kami di BGN, keselamatan penerima manfaat menjadi yang utama dan prioritas. Oleh karena itu, dapur SPPG Karangturi kami suspend selama proses investigasi berlangsung,” kata Hadi, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Dari hasil pendataan sementara, terdapat sekitar 693 siswa yang masuk dalam data sekolah sebagai penerima manfaat. Sementara itu, penyelidikan epidemiologi (PE) yang dilakukan Dinkes Kota Semarang telah mencakup 422 responden.
“Kami terus mengecek kondisi para penerima manfaat yang terdampak, baik yang menjalani perawatan di puskesmas maupun rumah sakit. Seluruh tahapan dan kronologi kejadian juga terus kami dalami dan evaluasi,” tuturnya.
Investigasi Bahan Baku

















