MATASEMARANG.COM – Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Jumat, 15 Mei 2026 membuat Sungai Silandak di daerah Purwoyoso Kecamatan Ngaliyan meluap.
Banjir bandang menghampiri wilayah Kecamatan Ngaliyan dan sekitarnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Endro Pudyo Martanto menjelaskan, terjadinya hujan deras mengakibatkan areal sungai tidak dapat menampung debit air yang berlebih.
Akibatnya air melimpah ke beberapa wilayah di bagian barat Kota Semarang seperti Kecamatan Ngaliyan, Kecamatan Semarang Barat dan Kecamatan Tugu.
“Hujannya sangat deras, ada kiriman air dari wilayah atas jadi sungai tidak mampu menampung dan melimpas ke Kecamatan Ngaliyan, Semarang Barat dan Tugu,” kata Endro, Sabtu, 16 Mei 2026 pagi.
Di Kecamatan Ngaliyan setidaknya dua kelurahan terdampak yakni Kelurahan Purwoyoso dan Kelurahan Bambankerep dengan lebih dari 20 jiwa terdampak.
Sementara di Kecamatan Semarang Barat, ada tiga kelurahan terdampak yakni Kelurahan Kalibanteng Kulon, Krapyak dan Kembangarum dengan total warga terdampak juga lebih dari 200 jiwa.
Sedangkan di Kecamatan Tugu, wilayah terdampak ada di Kelurahan Mangkang Kulon. Ada empat RW dengan 313 keluarga yang terdampak.
Satu orang lanjut usia (lansia) dikabarkan hanyut terbawa arus dan hingga saat ini bel ditemukan.
Sementara di Kelurahan Purwoyoso ditemukan korban meninggal dunia yang diduga terbawa arus banjir. Korban yang ditemukan seorang anak perempuan dengan usia sekitar 15 tahun.
“Korban perempuan, usai sekitar 15 tahun,” ujarnya.


















