MATASEMARANG.COM – Virus hanta atau hantavirus yang berasal dari hewan tikus, saat ini dilaporkan sudah masuk ke Indonesia.
Meskipun di Kota Semarang belum ada laporan dari rumah sakit maupun puskesmas terkait dengan orang terjangkit virus ini, Pemerintah Kota Semarang tetap minta warganya rajin membersihkan rumah dan lingkungan tempat tinggal dari hewan pengerat tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang M. Abdul Hakam menjelaskan ciri-ciri yang terinfeksi hantavirus salah satu yang menonjol adalah mengalami demam tinggi seperti pada kasus demam berdarah.
“Hantavirus seperti orang kena demam berdarah, pasti demam karena virus ya, demam tinggi, masa inkubasi yakni masa saat virus mulai masuk yakni 7–14 hari,” jelas Hakam, Senin, 11 Mei 2026.
Selain demam tinggi, Hakam menyebut orang yang terpapar virus ini merasakan badannya sakit atau linu.
Hakam mengatakan hantavirus ini bisa menyerang ke saluran pernapasan bahkan pasien yang terinfeksi virus ini bisa sampai mengalami gagal nafas seperti pada pasien pneumonia atau radang paru.
“Yang paling bahaya ini bisa menyerang ke saluran pernapasan, bisa sampai gagal napas dan itu harus dilarikan ke ICU. Ya bisa dibilang seperti Covid-19 dulu,” tuturnya.
Disinggung terkait antivirus, Hakam menyebut hingga saat ini memang belum ada.
“Virus itu kan menyerang sistem kekebalan tubuh jadi antivirus khusus untuk hantavirus memang tidak ada. Yang bisa kita obati adalah menurunkan gejala klinisnya, misal, demam kita turunkan dan pasien harus banyak makan dan mau minum obat agar imunitas naik karena yang penting itu imun,” tuturnya.


















